Tag Archive: Motivasi


Cerita, “Penjual Ikan”

Diposkan olehย Jihaduddin Fikri Amrullahย diย 00.57

Seseorang mulai berjualan ikan segar dipasar. Ia memasang papan pengumuman bertuliskan “Disini Jual Ikan Segar”

Tidak lama kemudian datanglah seorang pengunjung yang menanyakan tentang tulisannya. “Mengapa kau tuliskan kata : DISINI ? Bukankah semua orang sudah tau kalau kau berjualan DISINI , bukan DISANA?”

“Benar juga!” pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata “DISINI” dan tinggallah tulisan “JUAL IKAN SEGAR”.

Tidak lama kemudian datang pengunjung kedua yang juga menanyakan tulisannya.

“Mengapa kau pakai kata SEGAR ? bukankah semua orang sudah tau kalau yang kau jual adalah ikan segar, bukan ikan busuk?”

“Benar juga” pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata “SEGAR” dantinggallah tulisan “JUAL IKAN”

Sesaat kemudian datanglah pengunjung ke tiga yang juga menanyakan tulisannya : “Mengapa kau tulis kata JUAL? Bukankah semua orang sudah tau kalau ikan ini untuk dijual, bukan dipamerkan?”

Benar juga pikir si penjual ikan,, lalu dihapusnya kata JUAL dan tinggalahtulisan “IKAN”

Selang beberapa waktu kemudian, datang pengunjung ke 4, yang juga menanyakan tulisannya : “Mengapa kau tulis kata IKAN?, bukankah semua orang sudah tau kalau ini Ikan bukan Daging?”

“Benar juga” pikir si penjual ikan, lalu diturunkannya papan pengumuman itu.

(Author Unknown)

Sahabat, Bila kita ingin memuaskan semua orang, maka yakinlah itu hal yang mustahil…. atau bahkan kita malah justru merugikan diri sendiri

Sudah menjadi fitrah manusia untuk berbeda pendapat. Terbukti perumahan mungil2 yang dulunya sama semua, dalam hitungan tahun sudah menjadi beda semua…

Jadi utamakan suara hati anda… biarlah orang lain berpendapat…, tapi saringlah, cerna kembali pendapat mereka… apakah sesuai dengan kata hati anda?… jika tidak, maka tegaslah tuk mengatakan… “Tidak!… maaf” ๐Ÿ™‚

Trimakasih telah membaca… Salam Motivasi…!

Sumber:ย http://ceceem.blogspot.com/2010/10/cerita-penjual-ikan.html

Advertisements

Menurut ayahnya, Peek sudah memiliki ingatan yang kuat sejak usia 16-20 bulan. Ia membaca buku, mengingat isinya lalu mengembalikan buku-buku tersebut dengan posisi terbalik ke rak untuk menunjukkan kalau ia sudah selesai membacanya. Ia membaca satu buku dalam waktu satu jam, dan mengingat nyaris semua yang ia baca, mengingat informasi yang sangat luas dalam hal sejarah, literatur, geografi, angka, olahraga, musik dan tanggal.
Teknik membacanya yaitu dengan membaca halaman kiri dengan mata kirinya dan halaman kanan dengan mata kanannya, dengan cara ini ia bisa membaca dua halaman sekaligus dengan rate 8-10 detik per halaman. ia bisa mengingat isi 12000 buku.

dakwatuna.com – โ€œDan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinyaโ€ฆ.โ€ (Al-Anfal: 60)

Betapa luas kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Nikmat-Nya tak pernah bertepi. Malam datang dengan keindahan, gelap pun memberikan ketenangan dan kesejukan. Pagi yang segar menyudahi malam nan damai. Siang datang melambai, menawarkan harapan.

Seperti itulah dunia berputar. Silih berganti siang menggantikan malam. Waktu terus berlalu, mencatat prestasi dari generasi ke generasi. Ada yang tetap istiqamah menapaki jalan dakwah nan terjal dan bebatuan, sabar dengan terpaan asap dan debu-debu peradaban. Tapi, tak sedikit yang akhirnya duduk bersandar melepas lelah. Seraya matanya mulai memejam terhadap keculasan manusia sekitar.

Usahakan untuk memberi sesuatu yang terbaik

Di antara ciri kekikiran yang mungkin sempat melekat dalam hati hamba Allah adalah sedikit mengeluarkan, tapi ingin banyak menerima. Mungkin ini bisa cocok buat bisnis sesama manusia. Tapi, tidak akan pas jika ditujukan pada bisnis dengan Allah swt.

Continue reading

ุฅูู†ูŽู‘ ุนูุธูŽู…ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุฒูŽุงุกู ู…ูŽุนูŽ ุนูุธูŽู…ู ุงู„ู’ุจูŽู„ูŽุงุกู ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุญูŽุจูŽู‘ ู‚ูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุงุจู’ุชูŽู„ูŽุงู‡ูู…ู’ ููŽู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุถููŠูŽ ููŽู„ูŽู‡ู ุงู„ุฑูู‘ุถูŽุง ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุณูŽุฎูุทูŽ ููŽู„ูŽู‡ู ุงู„ุณูŽู‘ุฎูŽุทู

dakwatuna.com โ€“ โ€œSesungguhnya besarnya balasan tergantung dari besarnya ujian, dan apabila Allah cinta kepada suatu kaum Dia akan menguji mereka, barangsiapa yang ridha, maka baginya keridhaan Allah; namun barangsiapa yang murka, maka baginya kemurkaan Allah.โ€

Sabda Rasulullah saw. ini ada dalam Kitab Sunan Tirmidzi. Hadits 2320 ini dimasukkan oleh Imam Tirmidzi ke dalam Kitab โ€œZuhudโ€, Bab โ€œSabar Terhadap Bencanaโ€.

Hadits Hasan Gharib ini sampai ke Imam Tirmidzi melalui jalur Anas bin Malik. Dari Anas ke Saโ€™id bin Sinan. Dari Saโ€™id bin Sinan ke Yazid bin Abu Habib. Dari Yazid ke Al-Laits. Dari Al-Laits ke Qutaibah.

Perlu Kacamata Positif

Hidup tidak selamanya mudah. Tidak sedikit kita saksikan orang menghadapi kenyataan hidup penuh dengan kesulitan. Kepedihan. Dan, memang begitulah hidup anak manusia. Dalam posisi apa pun, di tempat mana pun, dan dalam waktu kapan pun tidak bisa mengelak dari kenyataan hidup yang pahit. Pahit karena himpitan ekonomi. Pahit karena suami/istri selingkuh. Pahit karena anak tidak saleh. Pahit karena sakit yang menahun. Pahit karena belum mendapat jodoh di usia yang sudah tidak muda lagi.

Continue reading

dakwatuna.com – Setiap manusia mempunyai cita-cita, target, dan impian yang didambakan dalam hidupnya. Untuk itu ia mengerahkan segala potensi dan upayanya demi meraih cita-cita dan harapannya tersebut. Bahkan, demi sebuah prestasi yang diimpikannya ia rela tidak mengindahkan nilai dan norma-norma yang berlaku. Lebih ironis lagi ada yang rela menyakiti dan mengorbankan orang lain demi ambisinya.

Orang beriman menjadikan puncak cita-cita dan harapannya adalah meraih ridha dan cinta Allah. Maka ia mengerahkan segala potensi demi meraih cita-cita itu. Di dalam sebuah hadits Qudsi Rasulullah saw.meriwayatkan firman Tuhannya,

ุญูŽู‚ูŽู‘ุชู’ ู…ูŽุญูŽุจูŽู‘ุชููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุชูŽุญูŽุงุจูู‘ูŠู’ู†ูŽ ูููŠูŽู‘ุŒ ูˆูŽุญูŽู‚ูŽู‘ุชู’ ู…ูŽุญูŽุจูŽู‘ุชููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุชูŽู†ูŽุงุตูุญููŠู’ู†ูŽ ูููŠูŽู‘ุŒ ูˆูŽุญูŽู‚ูŽู‘ุชู’ ู…ูŽุญูŽุจูŽู‘ุชููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุชูŽุฒูŽุงูˆูุฑููŠู’ู†ูŽ ูููŠูŽู‘ุŒ ูˆูŽุญูŽู‚ูŽู‘ุชู’ ู…ูŽุญูŽุจูŽู‘ุชููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุชูŽุจูŽุงุฐูู„ููŠู’ู†ูŽ ูููŠูŽู‘ุŒ ูˆูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ูŽุงุจูุฑูŽ ู…ูู†ู’ ู†ููˆู’ุฑูุŒ ูŠูŽุบู’ุจูุทูู‡ูู…ู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ูˆู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุตูู‘ุฏูู‘ูŠู‚ููˆู’ู†ูŽ ุจูู…ูŽูƒูŽุงู†ูู‡ูู…ู’

โ€œPastilah akan mendapatkan cinta-Ku orang-orang yang mencintai karena-Ku. Pastilah akan mendapatkan cinta-Ku orang-orang saling menasihati karena-Ku. Pastilah akan mendapatkan cinta-Ku orang-orang yang saling mengunjungi karena-Ku. Dan pastilah akan mendapatkan cinta-Ku orang-orang yang saling memberi karena-Ku. Mereka berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya. Yang membuat iri para Nabi dan orang-orang jujur terhadap kedudukan mereka.โ€

Continue reading