Pertanyaan

Assalamu’alaikum wr. wb,

Pak ustaz bagaimana hukum (boleh atau tidak) jika kita berwudhu dilakukan di kamar mandi yang ada WC-nya?

Terimakasih

Wassalamu’alaikum wr. Wb

smr

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pada dasarnya tidak ada ketentuan khusus yang mengatur tempat untuk berwudhu’. Berwudhu’ boleh dilakukan di mana saja, baik di dalam kamar mandi, tempat wudhu’, sumur, sungai, laut dan lainnya.

Kita tidak menemukan dalil yang melarang tempat tertentu untuk berwudhu’. Kecuali bila tempat itu memang najis sehingga tidak dimungkinkan terlaksananya wudhu’, maka tempat itu memang tidak bisa dijadikan tempat wudhu’.

Misalnya, berwudhu’ di dalam kubangan najis, seperti septik tank, comberan, genangan darah atau saluran air limbah/ tinja. Jelas tidak dimungkinkan untuk melakukan wudhu’ di sana, karena tubuh kita pasti bercampur terus menerus dengan benda-benda najis.

Ada pun kamar mandi yang ada WC-nya, tidak bisa dikatakan sebagai benda yang selalu najis. WC memang najis bila sedang digunakan untuk buang air. Namun setelah disiram, tentu sudah tidak najis lagi. Lantai kamar mandi mungkin ada najisnya, tetapi setelah disiram tentu sudah tidak najis lagi.

Walhasil, tidak ada najis yang akan melekat saat sedang berwudhu’. Sehingga tidak ada halangan untuk berwudhu’.

Akan tetapi manakala sebuah kamar mandi yang ada WC-nya dikelola dengan sangat jorok, sehingga ada najis di mana-mana, bahkan sulit dibersihkan, maka memang sebaiknya kita tidak berwudhu’ di dalamnya. Sebab keadaannya mengkhawatirkan.

Demikian semoga menjadi lebih jelas,

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Sumber: www.warnaislam.com