Tahukah engkau, dimana ia bersemayam?

Dialah saudaramu… kemana ia melangkah?

Sanggupkah matamu memandangnya?

Sedang matanya tak sanggup menatapmu?

Saudaramu hidup laksana sejarah

Berjalan beriringan mengikuti langkahmu

Tanpa bahasa yang dapat menyapa

Bercucur air mata jika bersua

Jika bumi menghimpitnya

Hanya hatimu tempat mengadu

Engkau bermurah hati tanpa pamrih

Memupus duka nestapa yang ia derita

Engkau memikul beban berat tanggungannya

Ketika letih pilu merasuk kedua bahunya

Jika bumi menghimpitnya

Hanya hatimu tempat mengadu

Engkau selimutkan tirai di sekujur tubuhnya

Ketika setan datang memperdayanya

Engkau tersenyum bangga dengan ranum buah akhiratmu

Engkau bahagia pula dengan kesuburan

Ladang dunia saudaramu

Jika bumi menghimpitnya

Hanya hatimu tempat mengadu

***

#Dikutip dari lirik nasyid Da’wah.